lagrenouilleculinaryinstitute

Tim Kami

Pendiri dan Koki Eksekutif

Alain Doenlen

Terkenal dengan keahlian kulinernya yang luar biasa dan hasratnya untuk mengajar, Chef Alain Doenlen membawa segudang pengalaman dari kariernya yang luar biasa. Sebagai pendiri La Grenouille Culinary Institute, visi Chef Doenlen adalah menciptakan ruang di mana para calon chef dapat belajar, berkembang, dan unggul dalam seni kuliner. Sebagai seorang yang sangat mendukung pembelajaran langsung, Chef Doenlen menekankan pengalaman dunia nyata dan penguasaan teknik dalam metodologi pengajarannya. Kepemimpinannya di dapur menjadi panutan di institut ini, menginspirasi para siswa untuk berjuang mencapai yang terbaik dan mengembangkan suara kuliner mereka yang unik.

La Grenouille Culinary Institute

1

/

7

Ketut Sarini

Pendiri dan Direktur Pelaksana

La Grenouille Culinary Institute

2

/

7

Dengan karir yang cemerlang di sektor perhotelan dan semangat untuk pendidikan, Ketut Sarini adalah visioner di balik La Grenouille Institute. Pengalaman kepemimpinannya yang luas dalam industri kapal pesiar telah menanamkan pemahaman yang tak tertandingi tentang tuntutannya. Sebagai Pendiri dan Direktur Pelaksana, etos Sarini sederhana namun mendalam: "Pemberdayaan melalui pendidikan adalah kunci keberhasilan dalam dunia perhotelan." Komitmennya terhadap prinsip ini membentuk budaya institut, memotivasi para siswa dan staf untuk bercita-cita menjadi yang terbaik.

I Wayan Sueta Artawan

Asisten Chef

I Wayan Sueta Artawan, lahir di Batukeseni Karangasem Seraya, selalu memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia kuliner. Lulus pada tahun 2012 dengan jurusan Produk Makanan dan Minuman, dedikasinya membawanya pada pekerjaan yang bermanfaat selama 6 tahun sebagai juru masak di kapal pesiar. Sekarang, sebagai asisten koki di La Grenouille Institute, ia memandang memasak dan membuat kue sebagai kegiatan terapi. Dia berbagi, "Bagi saya, memasak dan membuat kue bukan hanya tugas tetapi juga bentuk terapi, sebuah perayaan indera. Itu adalah pengalaman yang harus dinikmati."

3

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Komang Try Wahyuni Dewi

Guru Bahasa Inggris

Komang Try Wahyuni Dewi, lahir di Negara, Jembrana, mewujudkan kekuatan transformatif dari pendidikan. Dengan gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris yang diraihnya pada tahun 2018, ia menggunakan keahliannya untuk membuka potensi murid-muridnya. Dia berbagi, "Mengajar bahasa Inggris adalah tentang membuka pintu bagi siswa saya. Bahasa Inggris bukan hanya sekedar bahasa, tetapi juga alat untuk pertumbuhan pribadi dan profesional."

4

/

7

La Grenouille Culinary Institute

I Komang Slamet Riyadi

Restaurant Trainer

Lahir di Rendang, Karangasem, I Komang Selamet Riyadi telah menghabiskan karirnya dalam dunia industri makanan dan minuman yang dinamis. Setelah lulus dari program layanan F&B pada tahun 2010, ia memulai perjalanan tiga tahun yang memperkaya pengalamannya dengan bekerja di kapal pesiar. Sekarang, sebagai Pelatih Restoran di La Grenouille Institute, misinya adalah untuk melatih para siswa untuk menjadi aset berharga di industri restoran. Dia hanya berbagi, "Saya bertujuan untuk membentuk siswa menjadi profesional yang unggul dalam keahlian mereka dan mewujudkan semangat perhotelan."

La Grenouille Culinary Institute

5

/

7

I Putu Yuliana

Chef

Lahir dan dibesarkan di Petulu, Ubud Gianyar, hasrat Chef I Putu Yuliana terhadap seni kuliner sudah muncul sejak usia muda. Lulusan program kuliner pada tahun 2007, Chef Yuliana mengasah keahliannya di hotel bintang 5 sebelum memulai perjalanan kuliner selama 7 tahun di kapal pesiar. Filosofi kulinernya berkisar pada hubungan mendalam antara memasak dan cinta. Dalam kata-katanya sendiri, "Memasak, seperti halnya cinta, adalah pengalaman transformatif yang menyentuh kehidupan dan membawa kegembiraan. Ini bukan hanya pekerjaan saya; ini adalah gairah saya."

6

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Pendiri dan Koki Eksekutif

Alain Doenlen

Terkenal dengan keahlian kulinernya yang luar biasa dan hasratnya untuk mengajar, Chef Alain Doenlen membawa segudang pengalaman dari kariernya yang luar biasa. Sebagai pendiri La Grenouille Culinary Institute, visi Chef Doenlen adalah menciptakan ruang di mana para calon chef dapat belajar, berkembang, dan unggul dalam seni kuliner. Sebagai seorang yang sangat mendukung pembelajaran langsung, Chef Doenlen menekankan pengalaman dunia nyata dan penguasaan teknik dalam metodologi pengajarannya. Kepemimpinannya di dapur menjadi panutan di institut ini, menginspirasi para siswa untuk berjuang mencapai yang terbaik dan mengembangkan suara kuliner mereka yang unik.

1

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Pendiri dan Direktur Pelaksana

Ketut Sarini

dengan karir yang cemerlang di sektor perhotelan dan semangat untuk pendidikan, Ketut Sarini adalah visioner di balik La Grenouille Institute. Pengalaman kepemimpinannya yang luas dalam industri kapal pesiar telah menanamkan pemahaman yang tak tertandingi tentang tuntutannya. Sebagai Pendiri dan Direktur Pelaksana, etos Sarini sederhana namun mendalam: "Pemberdayaan melalui pendidikan adalah kunci keberhasilan dalam dunia perhotelan." Komitmennya terhadap prinsip ini membentuk budaya institut, memotivasi para siswa dan staf untuk bercita-cita menjadi yang terbaik.

2

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Asisten Chef

I Wayan Sueta Artawan

I Wayan Sueta Artawan, lahir di Batukeseni Karangasem Seraya, selalu memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia kuliner. Lulus pada tahun 2012 dengan jurusan Produk Makanan dan Minuman, dedikasinya membawanya pada pekerjaan yang bermanfaat selama 6 tahun sebagai juru masak di kapal pesiar. Sekarang, sebagai asisten koki di La Grenouille Institute, ia memandang memasak dan membuat kue sebagai kegiatan terapi. Dia berbagi, "Bagi saya, memasak dan membuat kue bukan hanya tugas tetapi juga bentuk terapi, sebuah perayaan indera. Itu adalah pengalaman yang harus dinikmati."

3

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Guru Bahasa Inggris

Komang Try Wahyuni Dewi

Komang Try Wahyuni Dewi, lahir di Negara, Jembrana, mewujudkan kekuatan transformatif dari pendidikan. Dengan gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris yang diraihnya pada tahun 2018, ia menggunakan keahliannya untuk membuka potensi murid-muridnya. Dia berbagi, "Mengajar bahasa Inggris adalah tentang membuka pintu bagi siswa saya. Bahasa Inggris bukan hanya sekedar bahasa, tetapi juga alat untuk pertumbuhan pribadi dan profesional."

4

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Restaurant Trainer

I Komang Slamet Riyadi

Lahir di Rendang, Karangasem, I Komang Selamet Riyadi telah menghabiskan karirnya dalam dunia industri makanan dan minuman yang dinamis. Setelah lulus dari program layanan F&B pada tahun 2010, ia memulai perjalanan tiga tahun yang memperkaya pengalamannya dengan bekerja di kapal pesiar. Sekarang, sebagai Pelatih Restoran di La Grenouille Institute, misinya adalah untuk melatih para siswa untuk menjadi aset berharga di industri restoran. Dia hanya berbagi, "Saya bertujuan untuk membentuk siswa menjadi profesional yang unggul dalam keahlian mereka dan mewujudkan semangat perhotelan."

5

/

7

La Grenouille Culinary Institute

Chef

I Putu Yuliana

Lahir dan dibesarkan di Petulu, Ubud Gianyar, hasrat Chef I Putu Yuliana terhadap seni kuliner sudah muncul sejak usia muda. Lulusan program kuliner pada tahun 2007, Chef Yuliana mengasah keahliannya di hotel bintang 5 sebelum memulai perjalanan kuliner selama 7 tahun di kapal pesiar. Filosofi kulinernya berkisar pada hubungan mendalam antara memasak dan cinta. Dalam kata-katanya sendiri, "Memasak, seperti halnya cinta, adalah pengalaman transformatif yang menyentuh kehidupan dan membawa kegembiraan. Ini bukan hanya pekerjaan saya; ini adalah gairah saya."

6

/

7

La Grenouille Culinary Institute